Tips Sederhana dalam Memotret Adventure dengan Motor

Manusia itu secara umum suka pamer, oleh sebab itu para ahli perilaku sering menyebut manusia sebagai Homo Pamerus, paling tidak itu yang terjadi dalam 10 tahun terakhir. Hal ini yang menyebabkan berbagai social media seperti Facebook, Instagram, Path, Foursquare menjamur dengan pertumbuhan yang cepat. Setiap individu pengen exist dengan menunjukkan “ini lhoo aku barusan makan …. di sini … bareng si …. ” dan lain sebagainya. Naaa fenomena ini pun sebenarnya juga terjadi di kalangan hobbyst motor yang suka blusukan, atau paling tidak yang ngakunya suka blusukan, padahal ya entah blusukan bener apa nggak ya masih belum tentu. Salah satu media untuk sharing (baca : pamer) yang paling efektif ya foto. Kita bisa aja crita betapa indahnya pemandangan yang dilihat, betapa menantangnya jalan yang ditempuh, dan betapa serunya perjalanan sampe mulut berbusa-busa tapi lawan bicara cuman jawab “Ah mosok…. no picture = hoax”, jadi buat seorang Homo Pamerus, foto itu penting !

Wis… supaya tidak berpanjang-panjang, coba kita perhatikan foto sebagai berikut

SONY DSC

Menurut anda foto tersebut bagus apa jelek? Kalau pun tidak bagus, menurut saya sih ya tidak jelek lah. Tapi kesan atau informasi apa yang anda dapat ? Ooo pemandangan yang indah, terus ada perkebunan dengan latar belakang gunung, yah kurang lebih begitu lah.

Na, sekarang coba perhatikan foto sebagai berikut

SONY DSC

Pertanyaan saya, foto mana yang lebih bernuansa adventure ? 🙂 Foto mana yang lebih menunjukkan aktivitas adventure dengan motor. Kalau anda mau crita ke temen / pacar / istri / anak cucu, “Dulu kakek pernah blusukan di daerah Bandung timur, pake motor, jalannya nuanjak, pemandangannya bagus banget”, foto mana yang anda pilih ? Foto pertama atau kedua ? Kalau saya ya foto yang kedua. Dan kalau sekarang saya bertanya, apa beda kedua foto di atas ? ya sudah sangat obvious, foto kedua memasukkan elemen motor dalam frame foto. Hal ini sepertinya sederhana, tapi ini menjawab pertanyaan bahwa kita bisa sampe ke lokasi tesebut dengan motor, bukan dengan kendaraan yang lain, jadi ya itu, ini foto adventure dengan motor ! Na tapi elemen ini jangan menempati porsi yang terlalu besar juga, maksimum banget sepertiga frame, ini pendapat saya pribadi loo ya, kalo lebih dari itu nanti takut dikira iklan motor. Kecuali yang mau dipamerin ya motornya 🙂 Saya sering melihat foto-foto adventure temen-temen yang berisi gambar pemandangan luar biasa, namun jadi sekedar foto landscape yang bagus, bukan foto motorcycle adventure yang bagus.

Menurut saya foto adventure motorcycle yang lebih informatif ya yang mengandung elemen :

  1. dimana
  2. motor
  3. pelaku
  4. kapan
  5. aktifitas lain apa

Sebagai foto adventure dengan motor, minimal komponen 1 dan 2 harus ada, tekniknya ya memasukkan dua elemen tersebut dalam foto. Pelaku bagaimana ? Sekarang kalau saya bertanya, siapa pelaku di foto kedua ? Ya kita sudah tau karena sudut pengambilan adalah first person view, jadi kesan yang didapat dari foto tersebut adalah solo riding ke lokasi tersebut. Tapi apabila diinginkan bisa aja anda pasang tripod, dan foto pemandangan diambil dengan POI (point of interest di foreground) motor dan kita. Namun saran saya sebaiknya pandangan kita jangan melotot ke kamera sambil senyum, kurang cool, ini pendapat saya loo ya. Elemen no 4 (elemen “kapan”) bisa diceritakan dengan mengambil gambar di pagi hari atau sore hari. Misalkan di pagi hari anda bisa mengeksplorasi memasukkan unsur kabut dalam foto anda, jadi tidak usah repot-repot crita, orang yang liat sudah tau fotonya diambil pagi hari.

IMG_5345

Cara lain ambil foto di sore hari dengan nuansa cahaya keemasan, pemirsa biasanya langsung tau kalau foto diambil sore hari. Elemen terakhir (aktifitas tambahan), bisa didapat dengan memasukkan elemen lain ke dalam foto yang terkait dengan aktifitas yang dilakukan, misalkan tenda. Hanya memang tidak selalu mudah memasukkan semua elemen tersebut : pemandangan, motor, orang, tenda dan diambil di saat yang tepat (misalkan saat sunset / sunrise).

Kalau mau motret indoor atau tempat yang tidak mungkin memasukkan elemen motor bagaimana ? Salah satu trik yang saya pake adalah memasukkan riding accessories, dan yang paling mudah ya helm, makanya pilih helm yang penampilannya lumayan 🙂

IMG_2184

Tambahan terakhir, tentang komposisi, sebaiknya hindari penempatan POI (motor, orang, tenda, helm) di tengah bidang gambar, tapi di sepertiga bidang horizontal atau sepertiga bidang vertical atau di titik temu sepertiga vertical dan horizontal, singkatnya ikuti aturan rule of third (http://digital-photography-school.com/rule-of-thirds/).

Contoh penempatan POI (motor) di pertemuan sepertiga horizontal bawah dan sepertiga vertical kanan :

IMG_5147 small

Contoh penempatan POI di sepertiga horizontal bawah

IMG_5160

Tips terakhir yg paling penting : jalan2 sesering mungkin dan motret sebanyak2nya 🙂

Sip, selamat pamer dengan foto-foto adventure anda 🙂

17 tanggapan untuk “Tips Sederhana dalam Memotret Adventure dengan Motor”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s